Skip to main content

driver online tertangkap membawa narkoba


Jakarta - Tim Polres Metro Jakarta Selatan menangkap IF, driver ojek online yang menjadi kurir narkoba. IF ditangkap di tempat kontrakannya di Pejaten Barat, Jaksel, dengan barang bukti 3,83 gram sabu.

"Kami mengamankan pengedar narkotika golongan I jenis sabu (sopir ojek) berinisial IF. Saat digeledah, terdapat sabu seberat 8,38 gram," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jaksel, Sabtu (20/1/2018).
Hasil gambar untuk narkoba

IF mengaku sudah menjadi perantara transaksi narkoba sejak Oktober 2017. IF menjual sabu tersebut seharga Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta dengan keuntungan Rp 10 juta per 50 gram sabu.

"Tersangka menjual narkotika jenis sabu ini kepada orang lain seharga Rp 1-1,3 juta per bungkus. Saat jadi pengantar (narkoba), tersangka mendapat keuntungan Rp 10 juta per 50 gram sabu yang dia jual. Keuntungannya untuk hidup sehari-hari," tutur Mardiaz.

IF ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Pelaku diketahui mendapatkan barang tersebut dari tersangka lain yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berinisial D, yang merupakan seorang bandar.

"Pelaku kita amankan lewat informasi masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana peredaran narkoba di TKP. Dari hasil pemeriksaan, modus pelaku mendapatkan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut dari seseorang yang berinisial D, yang saat ini masih DPO, di Kemayoran, Jakarta Pusat," ujarnya.

IF dikenai Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 


#narkoba
#polri

Comments

Popular posts from this blog

penolakan warga temon kulonprogo atas NYIA

Kulon Progo  - Sebagian warga Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, masih bertahan menolak proyek Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Melalui kuasa hukum yang mendampingi, ini alasan warga tetap tak bersedia melepas hak tanah mereka. "Masyarakat tidak mau tanah dibeli, ya harus dihormati, banyak pertimbangan masyarakat menolak," kata kuasa hukum warga, Teguh Purnomo, kepada wartawan di sela proses land clearing di Desa Palihan, Senin (8/1/2018). Salah satu alasan warga menolak NYIA adalah terjalinnya hubungan sosilogis dan historis antara warga dengan desa setempat selama puluhan tahun. Selain itu, berkaca dari warga yang setuju proyek NYIA dan telah mengikuti proses konsinyasi di pengadilan, muncul persoalan baru berupa relokasi hingga jaminan pekerjaan. Warga, lanjutnya, juga menyoroti proses konsinyasi yang ditempuh pemerintah selaku pihak yang berkepentingan dalam proyek NYIA. Menurutnya, dengan konsinyasi, bisa saja ...

serangan turki ke afrin,utara suriah

Serangan  Turki  ke kawasan Afrin, utara Suriah, menewaskan sedikitnya 10 orang, hampir semuanya penduduk sipil. "Tujuh warga sipil tewas, termasuk seorang anak, sedangkan dua lainnya terdiri dari perempuan pejuang dan seorang pria pejuang," kata Birusk Hasakeh, juru bicara Unit Pertahanan Rakyat Kurdi (YPG) di Afrin. © Disediakan oleh Tempo Militer Turki menggempur posisi Kurdi PYD di Afrin, Suriah, dari Provinsi Hatay. (IHA Photo) YPG adalah cabang dari Partai Bersatu Demokratik (PYD). Dalam keterangannya kepada media sebagaimana dilaporkan situs berita RTE, serangan Turki sebelumnya pada Sabtu, 20 Januari 2018, telah melukai 25 warga sipil. "Mereka kena bom pasukan Turki," ucapnya, tulis RTE. Kabar tersebut dibantah oleh Ankara. Menurutnya, serangan yang mereka lancarkan mengakibatkan sejumlah orang tewas. "Semua yang tewas itu adalah militan Kurdi yang berperang di Afrin, Suriah." Afrin adalah kawasan perbukitan di dataran tinggi...